Pages

  • Home
  • MyYoutube
  • MyFacebook
  • MyInstagram
Showing posts with label Tragedi. Show all posts
Showing posts with label Tragedi. Show all posts

Seorang Pria Lolos Hanya Beberapa Detik Dari Bus Maut yang Blong Remnya

Sungguh detik-detik yang sangat mengerikan bila kita melihat rekaman video cctv ini, bagaimana tidak karena ini bukan rekayasa atau sebuah skenario di film namun cerita nyata dari kamera cctv yang menangkap suatu adegan menegangkan dimana seorang pria mampu selamat dari maut dengan hitungan detik disaat nyawanya terancam oleh sebuah bus yang melaju dengan kecepatan yang sangat kencang dengan rem yang blong di Rusia kemarin.
Bila saja pria tersebut terlambat beberapa detik saja maka nyawanya bisa melayang. Lagi-lagi kebesaran dan kuasa Illahi sangat besar peranannya dalam insiden kali ini. Bila saja Tuhan berkehendak maka segala kemungkinan yang menurut akal manusia tidak mungkin bisa menjadi mungkin.
Terlihat di potongan gambar foto pria yang sangat tergesa gesa untuk menyeberang jalan ketika takut terlambat pergi ke tempat kerja, dan lampu traffic light tengah merah sehingga semua kendaraan berhenti, namun dari belakang mobil yang berhenti datanglah bus melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dan yang lebih celakanya lagi rem bus tersebut blong, sehingga tidak bisa mengendalikan diri dan menaberah apa saja yang ada di mukanya, terlihat dalam rekaman video cctv bus tersebut menabrak mobil lalu mobil yang berhenti tersebut terdorong kedepan beberapa meter. Namun seperti dikutip ruanghati.com dari mail online dalam kecelakaan maut tersebut tidak ada korban jiwa hanya 4 orang harus dilarikan ke ruah sakit karena cedera.
Detik detik kukuasaan Tuhan menyelamatkan seorang pria dari maut yang akan merenggutnya ketika sebuah bus yang blong remnya melaju kencang

selamat dari kecelakaan

selamat dari kecelakaan

selamat dari kecelakaan

selamat dari kecelakaan

selamat dari kecelakaan

selamat dari kecelakaan

selamat dari kecelakaan

Sumber:Kaskus.us

Foto-Foto Amblasnya Jalan RE Martadinata

alan RE Martadinata, Jakarta utara amblas sepanjang 103 meter dengan kedalaman 7 meter, menurut Kementerian Pekerjaan Umum hal ini merupakan bencana alam bukan unsur kesengajaan. Amblasnya Jalan ini membuat negara rugi Rp. 2,8 Miliar.


Padahal Jalan ini baru saja di bangun setahun yang lalu dan merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum. Tapi atas insiden ini Kementerian PU akan bertanggung jawab.

Berikut ini Foto-Foto Amblasnya Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara diambil dari detikcom :





Sumber:http://ogahnice.blogspot.com/2010/09/foto-foto-amblasnya-jalan-re.html#ixzz0znnCEFly

Danau yang Telah Membunuh 1800 Jiwa

Danau Nyos, danau luas yang terdapat di kawasan Kamerun, Afrika Barat. Kedalaman danau ini mencapai 157 m dengan bagian terdalamnya 208 meter. Ada banyak penduduk yang tinggal dilembah di sekeliling danau Nyos. Namun, pada tahun 1986, terjadi keanehan di pemukiman penduduk itu. Sekitar 1700 orang meninggal secara mendadak dan bersamaan. Yang lebih anehnya, semua penduduk yang meninggal itu tewas dalam posisi ketika sedang melakukan pekerjaan sehari-hari. Ada yang tewas sambil memompa air, sedang memasak dan ada juga yang tewas ketika sedang meminum segelas air. Beberapa orang yang selamat dari peristiwa itu menceritakan apa yang terjadi pada hari orang-orang tersebut meninggal.



Katanya, pada malam sebelum kejadian itu, udara tiba-tiba terasa hangat dan tercium bau seperti telur busuk. Masyarakat tidak terlalu memperdulikan kejadian itu. Dan tiba-tiba keesokan paginya, banyak mayat yang bergelimpangan ketika mulai sibuk dengan aktivitas harian mereka. Tidak ada yang tahu pasti apa yang menjadi penyebab kematian yang aneh itu. Namun para ahli menemukan, kalau warna air Danau Nyos berubah dari bening menjadi warna oranye terang.

Untuk mencari jawaban, para ahli kemudian meneliti Danau Craten di Oregon. Danau ini adalah danau terluas nomor tujuh di dunia. Luasnya mencapai 50 km persegi dengan kedalaman 594 meter. Sehingga digambarkan kalau Empire State dimasukkan ke danau ini, pasti akan tenggelam. Danau Craten menampung sekitar 19 triliun liter air. Sekitar 7700 tahun yang lalu, Gunung Mazame di tempat itu meletus dan melemparkan puncak gunungnya. Kawah inilah yang kemudian membentuk Danau Craten. Namun, ternyata aktivitas gunung Mazame masih tetap mempengaruhi danau tersebut. Karena dibawah danau ternyata masih terdapat kolam-kolam bekas magma yang masih tetap panas. Para ahli menemukan bahwa suhu air di dasar danau lebih hangat beberapa derajat, kadar garamnya juga sepuluh kali lebih pekat dan MENGANDUNG BANYAK CO2. CO2 ini kemudian merembes dari celah-celah kerak bumi dan menuju ke kawah yang kini telah menjadi danau. Namun, keberadaan air telah menghalangi CO2 itu naik ke udara. Kalaupun ada sedikit yang terlepas, masih bisa hilang terbawa hembusan angin. Sehingga tidak terlalu membahayakan.

Proses pergantian musim juga sangat mempengaruhi. Pada musim dingin, perputaran air akan terdorong ke bawah karena suhu dibawah lebih hangat. Sebaliknya pada musim panas, perputaran air akan naik ke atas. Siklus inilah yang kemudian membuat munculnya lapisan-lapisan air yang berbeda kadar kepadatannya. Lapisan air yang paling bawah lebih pekat daripada yang diatas. Di lapisan air yang paling bawah inilah CO2 yang mengalir dari dasar bumi itu tertahan. CO2 tidak bisa naik lebih tinggi karena perbedaan kepekatan air di lapisan atasnya. Sehingga berkumpul dan terakumulasi selama puluhan tahun dan menjadi sangat banyak di lapisan air yang paling bawah.

Fenomena ini kemudian ditemukan juga pada Danau Horseshoe yang berukuran lebih kecil dari Danau Craten. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar danau itu mengering dan akhirnya mati. Setelah diselidiki, ternyata kadar CO2 di danau ini mencapai 100 ton/hari dan meresap ke tanah. Inilah yang membuat pohon-pohon di sekitarnya mati. Para ahli kemudian melakukan percobaan dengan menggali sedikit tanah di tepi danau itu lalu mencoba menyalakan api. Namun, akibat pekatnya kadar CO2 nya, api langsung padam begitu didekatkan dengan tanah. Ternyata akumulasi CO2 yang sudah sangat banyak di danau itu akhirnya meluap dan menyebabkan danau itu menjadi sangat berbahaya. Namun, kadar CO2 di Danau Horseshoe tidak terlalu membahayakan manusia, karena batas kadar yang membahayakan adalah 1,75 juta ton. Dan ini hanya akan terjadi pada peristiwa gunung meletus.

Penemuan-penemuan inilah yang kemudian membantu para ahli untuk bisa menyimpulkan apa yang terjadi di Danau Nyos. Malam hari sebelum peristiwa itu, ada sebuah tebing di tepian danau, runtuh dan masuk ke air. Diperkirakan reruntuhan tebing ini telah menggoncang lapisan-lapisan air. Sehingga lapisan paling dasar yang dipenuhi dengan CO2 menjadi pecah dan mengalirkan CO2 dalam jumlah besar ke permukaan danau.

Keesokan paginya aliran CO2 ini kemudian memasuki wilayah pemukiman penduduk. Dan karena CO2 tidak berwarna dan tidak berbau, penduduk tidak menyadari kedatangannya. Itulah yang menyebabkan banyak penduduk yang tewas ketika sedang mengerjakan kegiatan hariannya. CO2 ini seperti pembunuh yang mengintai diam-diam. Mungkin hanya segelintir orang saja yang menyadari adanya bahaya tak kasat mata yang terdapat di dasar danau yang terlihat sangat indah di permukaannya itu. Tanpa mereka sadari, mereka
telah menghirup CO2 yang berasal dari lapisan paling dasar danau, yang telah terakumulasi selama puluhan tahun. Dan banyak sekali orang yang meninggal karena itu.

sumber: http://www.wallpaperpack.org/forum/Danau-yang-Telah-Membunuh-1800-Jiwa

Kisah Titanic Sudah Masuk Novel 14 Tahun Sebelum Peristiwa?

Tragedi Titanic. kapal mewah pada zamannya, mengejutkan semua orang dan menjadi legenda hingga saat ini. Banyak cerita mengenai beredarnya ramalan-ramalan akan kecelakaan itu, meski jarang ada yang terbukti alias bisa jadi cuma isapan jempol belaka. Namun rupanya 14 tahun sebelum Titanic tenggelam, sebuah novel telah diterbitkan.

Novel ini berjudul Futility karya Morgan Robertson (kemudian judulnya diubah menjadi The Wreck of The Titan), terbit pada tahun 1898, tepat 14 tahun sebelum kejadian kapal Titanic.

Spoiler for Novel Futility:

Setengah dari novel ini bercerita mengenai tenggelamnya kapal The Titan. Percaya atau tidak, kapal The Titan dengan Titanic memiliki banyak kesamaan dan kemiripan. Seperti:
1. Titanic diberangkatkan dari Southampton, Inggris, pada bulan April 1912, sedangkan The Titan berlayar pada bulan April, juga dari Southampton.
2. Penyebab tenggelamnya pun sama, yaitu karena menabrak gunung es.
3. Saat kejadian tragis itu, Titanic bergerak pada kecepatan 23 knot, sedangkan The Titan berlayar pada kecepatan 25 knot.
4. Keduanya pun menabrak di tempat yang sama, yaitu di Atlantik Utara, 400 mil dari Newfoundland.


Berikut ini detail kesamaan dan kemiripan antara The Titan dan Titanic:

Spoiler for Kesamaan & Kemiripan:

Apakah kesamaan di atas hanya kebetulan? Tetapi selain itu, ada juga beberapa perbedaan kecil diantara dua kapal raksasa ini. Contohnya:
1. Titanic menabrak pada malam hari dimana langit sedang jernih, sedangkan The Titan menabrak pada siang hari saat sedang berkabut.
2. 705 penumpang Titanic berhasil selamat, sedangkan dari The Titan hanya ada 13 orang termasuk sang tokoh utama.
3. Titanic tenggelam pada pelayaran perdananya, sedangkan The Titan sudah berlayar beberapa kali sebelumnya.
4. Titanic tenggelam saat sedang berlayar dari Inggris ke Amerika, sedangkan jalur The Titan justru adalah sebaliknya.
5. Sebelum tenggelam, The Titan menabrak sebuah kapal kecil lain hingga tenggelam, sedangkan Titanic, walaupun berdekatan dengan kapal The New York, tapi tidak menabrak apalagi menenggelamkannya.
5. The Titan juga memiliki layar yang berguna untuk menaikkan kecepatan, sedangkan Titanic tidak memiliki layar semacam itu.
6. Titanic adalah 'anak tengah' dari tiga 'bersaudara', sedangkan The Titan tidak memiliki 'saudara'.


Jadi apakah peristiwa tersebut sudah diprediksi atau hanya kemiripan yang kebetulan?
Yang menarik, si penulis--Mogan Robertson juga menulis novel tentang perang antara Jepang dan Amerika, dimana Jepang tanpa mendeklarasikan perang dan langsung membom Amerika, persis kejadian Pearl Harbour yang diledakkan oleh Jepang.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4471928