Pages

  • Home
  • MyYoutube
  • MyFacebook
  • MyInstagram

Temukan Candi Setelah Dapat Wangsit



Ahmad Mahmud (41), warga Dusun Guplong, Desa Suko Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, menemukan bangunan yang diduga sebuah candi di lahan perkebunan di Desa Kepuh Klagen, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur.

Ahmad Mahmud mengaku tidak mengetahui jika batu bata yang diambilnya adalah bagian dari sebuah bangunan candi yang tertimbun tanah. Ia menyebut, menggali tanah di lokasi temuan itu berdasarkan petunjuk dalam mimpinya.

Ia mengisahkan, tiga hari sebelum bulan puasa lalu ia mendapat mimpi sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam mimpinya tersebut ia ditemui seorang pria tua yang mengenakan jubah. "Orang itu mengaku dia kakek saya, menyuruh saya menggali di lokasi itu," ujar Ahmad saat ditemui di rumahnya.

Meski belum pernah ke lokasi tersebut, Ahmad akhirnya berhasil menemukan lokasi yang mirip mimpinya. "Pertama kali saya bersama dua orang menggali di hari pertama puasa, biasanya saya menggali selepas ashar, sekalian menunggu saat buka puasa," terang pria yang dikenal sebagai guru mengaji itu.

Di lokasi tersebut, ia menemukan "harta karun" berupa tumpukan batu bata. Ahmad dan rekannya akhirnya mengusung batu bata itu ke rumahnya yang kebetulan tengah membangun sebuah mushala. Ia mengira petunjuk dalam mimpi itu menuntunnya untuk mendapatkan batu bata sebagai bahan bangunan mushala.

"Saya tidak bertujuan apa-apa, kalau itu candi, ya saya akan mengembalikan batu batanya," ujar Ahmad.

Bangunan yang diduga candi itu berada di tengah area perkebunan milik TNI AL yang berjarak 1 kilometer dari perumahan penduduk di Desa Kepuh Klagen. Untuk mencapai lokasi harus melalui jalan setapak yang naik turun dengan jarak sekitar 500 meter dari jalan raya desa.

Di lokasi yang masih berupa lubang galian itu hanya terlihat setumpukan batu bata yang tersusun rapi dan saling merekat erat. Kemungkinan bentuk bangunan lebih besar dan masih tertimbun tanah perbukitan. Ukuran batu bata berbeda dari batu yang ada di pasaran sekarang.

Suwono, warga setempat, mengatakan, penemuan itu mulai diketahui masyarakat luas ketika warga mendengar informasi ada warga dari desa lain mengangkut batu bata dari lahan perkebunan sekitar sebulan lalu. "Saat kami melihat ke lokasinya, kok kelihatannya batu bata itu diambil dari sebuah bangunan seperti candi yang masih tertanam tanah," ujar Suwono, Senin (3/10/2011).

Temuan itu pun lalu disampaikan kepada perangkat desa dan dilanjutkan kepada pihak aparat kepolisian. "Pihak kabupaten dan Purbakala dari Mojokerto juga sesudah melihat ke sini," tambah Suwono.

Dugaan jika bangunan yang masih tertimbun tanah itu adalah sebuah candi diperkuat dengan adanya sumber mata air Kedung Banteng yang berdekatan dengan lokasi penemuan. Selain itu, lokasi penemuan juga dekat dari lokasi penemuan fosil manusia purba Pithecanthropus mojokertensis, yang ditemukan tahun 1936. Jika ditarik garis lurus, lokasi penemuan candi berjarak sekitar 500 meter dari tugu penemuan fosil itu.

Kades Kepuh Klagen, Mahmud (64), mengatakan, daerah itu dikenal warga banyak penghuni gaibnya. "Mata air di dekat candi itu dari dulu disebut Kedung Banteng dan sebelahnya dikenal dengan nama Jurang Bedes (monyet). Menurut orang yang punya kekuatan spititual, daerah ini memang akan terlihat seperti hutan yang dipenuhi hewan seperti banteng dan monyet," papar Mahmud. 

0 komentar:

Post a Comment